Lakukan Tips Dalam Proses Membeli Rumah Bekas Berikut Ini Agar Tidak Salah Pilih

Lakukan Tips Dalam Proses Membeli Rumah Bekas Berikut Ini Agar Tidak Salah Pilih

Memiliki rumah sendiri adalah impian bagi setiap orang. Namun, yang menjadi permasalahan saat ini adalah jumlah permintaan yang tidak sebanding dengan ketersediaan tanah sehingga membuat harga rumah dan tanah menjadi semakin melambung tinggi dan tak terjangkau.

Untuk itu, banyak orang yang memilih rumah bekas dibanding membeli rumah yang baru ataupun membangun rumah sendiri. Selain lebih praktis, harga yang ditawarkan pun lebih murah. Memilih rumah bekas tentu tidak bisa sembarangan, Anda harus lebih jeli agar tidak kecewa setelah memilikinya, dan tidak mengeluarkan biaya yang besar untuk melakukan perbaikan.

Pada artikel ini akan dibahas mengenai proses membeli rumah bekas agar Anda tidak salah memilih dan tertipu oleh pihak penjual yang kurang bertanggung jawab. Berikut ulasannya:

1. Merencanakan budget.

Kondisi keuangan yang Anda miliki tentu harus diperhatikan dalam proses membeli rumah bekas. Untuk membeli rumah bekas ada sebagian budget yang harus Anda khususkan untuk melakukan perbaikan, sebab rumah bekas tentu memiliki kondisi yang tidak 100% baik. Mungkin saja ada beberapa bagian rumah yang membutuhkan perbaikan.

Untuk itu, sisakan paling tidak 10% dari total budget sebagai biaya perbaikan rumah sehingga kondisi rumah menjadi kembali baik.

2. Kumpulkan referensi rumah bekas sebanyak mungkin.

Semakin banyak referensi yang Anda kumpulkan maka semakin banyak pula perbandingan harga dan lokasi sehingga Anda bisa menyesuaikan dengan budget dan kebutuhan Anda. Kumpulkan informasi dari berbagi sumber seperti brosur, informasi di website jual beli rumah, grup dan forum di media sosial, dan sebagainya.

Selain itu Anda bisa memiliki lebih banyak pilihan model serta desain rumah. Usahakan untuk memilih rumah berdasarkan kebutuhan bukan keinginan. Jika anggota keluarga yang akan menempati rumah tersebut hanya beberapa orang maka pilihlah rumah yang lebih minimalis agar tidak melebihi budget yang Anda miliki.

3. Lakukan survey.

Proses membeli rumah bekas yang selanjutnya adalah melakukan survey pada rumah yang telah Anda pilih. Anda perlu mengecek kesesuaian informasi yang didapat dengan keadaan rumah yang sebenarnya. Anda harus lebih jeli saat mengecek kondisi rumah.

Apakah ada kerusakan pada beberapa bagian rumah seperti atap, dinding, ketersediaan fasilitas seperti toilet, dapur, dan jumlah ruangan. Pastikan juga akses jalan menuju ke rumah mudah, serta telah tersedia sumber air bersih dan listrik.

4. Tanyakan kelengkapan sertifikat dan surat penting.

Pastikan kelengkapan sertifikat dan surat penting dalam proses membeli rumah. Hal tersebut sangat penting untuk dilakukan sebab status hukum dari kepemilikan rumah dan tanah hanya bisa dibuktikan dengan adanya sertifikat dan surat-surat yang sah seperti SHM (Sertifikat Hak Milik), IMB (Izin Mendirikan Bangunan), dan sebagainya.

Mengecek kelengkapan surat juga bertujuan untuk menghindari membeli tanah sengketa yang nantinya malah akan merugikan diri Anda sendiri, meskipun rumah tersebut dijual dengan harga yang murah.

5. Lakukan pembelian rumah dengan jasa notaris profesional.

Notaris akan mempermudah Anda dalam proses membeli rumah bekas. Untuk itu, pilihlah notaris yang telah terpercaya dan bertanggung jawab. Pemilihan notaris yang telah berpengalaman akan memudahkan dalam mengurus dokumen-dokumen serta dalam proses transaksinya.

Itulah beberapa proses membeli rumah bekas yang harus Anda lakukan agar mendapatkan rumah dengan kualitas yang baik dan dengan harga yang terjangkau sehingga dapat sesuai dengan budget.

Ada juga beberapa hal yang bisa Anda pertimbangkan dalam proses membeli rumah bekas. Diantaranya:

  • Usahakan membeli rumah tanpa perantara. Sebab, bisa membuat Anda lebih leluasa untuk melakukan negosiasi harga dengan pemilik.
  • Tanyakan umur bangunan kepada pemilik. Semakin tua umur bangunan maka semakin besar pula kemungkinan Anda melakukan banyak perbaikan pada rumah tersebut sehingga dapat menambah pengeluaran.
  • Mengecek harga di pasaran. Agar tidak mudah tertipu, maka Anda sebaiknya mengecek harga di pasaran. Sehingga Anda bisa membandingkan harga rumah bekas dengan rumah lain yang berkualitas setara.
  • Ada beberapa biaya tambahan yang harus Anda penuhi dalam proses membeli rumah bekas seperti biaya PNPB, PPH, BPHTB, biaya akta jual beli, serta biaya balik nama. Sehingga pilihlah rumah yang minim kerusakan sehingga tidak terlalu banyak biaya tambahan yang akan Anda keluarkan.

Demikian proses membeli rumah bekas yang harus Anda lakukan. Semoga bisa menjadi referensi bagi Anda. Terima kasih.